Bab Dua Puluh Sembilan: Keluar dari Gua (Bagian Pertama)
Suara itu terdengar dari arah tak jauh di hadapan Xu Chi. Ia perlahan membuka mata, menyipitkannya untuk menghindari silau cahaya matahari yang terik.
Di hadapannya kini berdiri tiga orang. Penglihatan Xu Chi belum sepenuhnya pulih sehingga ia belum bisa memastikan siapa mereka. Ia pun memaksakan diri membuka mata lebih lebar, hingga akhirnya sosok mereka tampak jelas.
Berdiri paling depan adalah Wakil Ketua Padepokan Ye, sementara di belakangnya berdiri dua orang lainnya: Yue Kong dan Ding Sanhu.
Xu Chi tidak merasa heran kedua orang itu berhasil melewati ujian. Berdasarkan informasi yang dibocorkan Yue Kong saat itu, keluarganya telah mengatur segalanya, sehingga ia pasti akan lolos. Adapun Ding Sanhu, setelah berbincang malam itu, Xu Chi sudah merasa bahwa orang ini bukanlah sosok sembarangan.
Orang yang baru saja bersuara tadi adalah Yue Kong, dengan nada bicaranya yang masih saja menjengkelkan.
Saat itu, Wakil Ketua Ye mengangguk kecil ke arahnya. Xu Chi segera maju dan memberi hormat.
"Bawahan Xu Shaoqiang memberi hormat kepada Wakil Ketua Ye. Beraninya saya membuat Wakil Ketua repot menunggu di sini."
Wakil Ketua Ye menggeleng sambil tersenyum, dengan santai ia berkata, "Bagi kalian yang mampu bertahan hingga akhir, kalian semua adalah talenta bagi padepokan yang patut dihargai."
Xu Chi merasa sangat malu dan merasa tidak pantas mendapatkan perhatian sebesar itu dari padepokan. Ia kemudian berdiri di samping Ding Sanhu, ikut menunggu orang-orang lainnya keluar.
Ding Sanhu menatap Xu Chi dengan pandangan yang berbeda, lalu mengacungkan jempolnya. Karena berdiri di belakang Wakil Ketua Ye, ia tidak berani bersuara dan hanya bisa menyampaikan ucapan selamat dengan cara itu.
Yue Kong juga menatap Xu Chi. Meski raut wajahnya tetap angkuh, tersirat rasa hormat yang lebih besar di matanya. Saat berada di dunia gua, meski ia pernah membocorkan beberapa informasi kepada Xu Chi dan berharap bisa bertemu di luar, saat itu ia hanya sekadar berucap. Ia tidak menyangka Xu Chi benar-benar mampu bertahan sampai akhir.
Mereka berdiri di sana selama setengah batang dupa. Dari arah mulut gua terdengar langkah kaki yang kacau dan napas yang terengah-engah; jelas kondisi fisik pendatang itu tidak terlalu baik.
Benar saja, seorang wanita berjalan keluar dari dalam gua. Wajahnya pucat pasi, pakaiannya robek di banyak tempat hingga memperlihatkan luka-luka di baliknya. Jelas, wanita ini harus membayar harga yang mahal untuk bisa bertahan hingga akhir.
"Ah!"
Karena kedua tangannya terluka, ia kesulitan mengangkat tangan untuk menutupi matanya dari sengatan matahari yang terik. Ia tidak mampu menahan jeritan saat cahaya terang menusuk matanya, membuat air mata langsung mengalir deras.
Untungnya, Wakil Ketua Ye segera bertindak. Entah kapan sebuah botol telah muncul di tangannya. Ia seketika muncul di hadapan wanita itu dan mengayunkan botolnya. Tetesan air melayang keluar dari botol dan jatuh di mata wanita tersebut, membuat jeritannya seketika terhenti.
"Yue Kong, kemarilah dan balut lukanya."
Wakil Ketua Ye tiba-tiba berkata kepada Yue Kong yang berdiri di belakangnya.
"Baik!"
Yue Kong segera maju, mengeluarkan sebotol obat untuk mengobati wanita itu, lalu menggunakan kain kasa untuk membalut luka di tubuhnya, bahkan menutup matanya yang perih.
Setelah selesai, Yue Kong memapah wanita itu ke samping posisi berdirinya tadi untuk dijaga.
Melihat tindakan Yue Kong, Wakil Ketua Ye menunjukkan ekspresi puas. Ia kemudian kembali menatap ke arah gua dengan sorot mata yang penuh harap.
Namun, satu batang dupa berlalu, mulut gua tetap sunyi.
Ding Sanhu dan Yue Kong mulai menunjukkan ekspresi tidak sabar. Namun, selama Wakil Ketua Ye tidak bersuara, mereka tidak berani menunjukkan ketidaksenangan tersebut dan terpaksa menahan diri untuk terus menunggu dengan patuh.
Setengah batang dupa berlalu lagi, bahkan Wakil Ketua Ye pun mulai menunjukkan raut kecewa. Tepat saat ia hampir kehilangan kesabaran dan hendak beranjak pergi, sebuah suara terdengar dari arah gua.