Bab Lima Puluh Dua: Jamuan Malam Keluarga Luo
Saat malam akhir pekan tiba, Qiao Lü pun memenuhi janji dan berangkat ke rumah Luo Feng untuk menghadiri undangan makan. Ia ingin tahu, sebenarnya apa alasan di balik undangan tersebut.
Sebagai kediaman seorang Anggota Dewan Pemerintahan Bersatu, keamanan rumah Luo Feng begitu ketat. Jauh sebelum sampai ke rumah, Qiao Lü sudah bertemu dengan para penjaga yang sedang memeriksa identitas. Untunglah, kini Qiao Lü telah berpangkat jenderal, sehingga setelah memperkenalkan diri, ia bisa melintas tanpa kendala.
Rumah Luo Feng sendiri tidak terlalu besar, namun jelas mengusung gaya arsitektur khas tahun lima puluhan abad lalu. Rupanya, itu adalah kesukaan pribadi Luo Feng, sebab tak mungkin benar-benar ada bangunan gaya lima puluhan di dalam kota bawah tanah.
Begitu masuk, Qiao Lü melihat Luo Feng sedang duduk di sofa, membaca surat kabar, sementara Luo Yun di sampingnya sibuk memelajari makalah ilmiah. Melihat Qiao Lü masuk, Luo Feng segera bangkit, menjabat tangannya dan berkata, "Qiao Lü, selamat datang di rumahku. Meski urusan pekerjaan kita sering bertemu, sepertinya ini pertama kalinya kita berbincang secara pribadi."
Ia lalu berbalik kepada Luo Yun, "Bibi Zhang mungkin sedang kerepotan, biar aku yang masak dua hidangan andalanku untuk menyambut Qiao Lü. Luo Yun, temani tamu kita sebentar, ya."
Tak disangka, Luo Feng di luar urusan resmi ternyata begitu ramah. Meski berkedudukan tinggi, ia masih mau turun tangan memasak sendiri, benar-benar di luar dugaan Qiao Lü. Namun, dari caranya, ini seperti sengaja ingin memberi kesempatan Qiao Lü dan Luo Yun untuk berbincang berdua.
Setelah Luo Feng masuk ke dapur, hanya Qiao Lü dan Luo Yun yang tersisa di ruang tamu, duduk saling berhadapan. Suasana yang begitu sengaja diatur itu membuat keduanya merasa sedikit canggung.
Akhirnya, Qiao Lü yang lebih dulu memecah keheningan, "Eh, ibumu tidak di rumah hari ini? Beliau pasti juga orang yang sangat sibuk, ya?"
Mendengar itu, tatapan Luo Yun langsung meredup, "Ibu... tidak berhasil masuk ke kota bawah tanah."
Berniat mencairkan suasana, Qiao Lü malah mengungkit hal yang menyakitkan. Ia benar-benar ingin menutup mulutnya sendiri. Tak bisa disangkal, kebiasaannya dalam berbicara masih berkutat di masa damai dunia sebelumnya, belum sepenuhnya memahami keadaan di Bumi Pengembara.
Di dunia yang baru saja melewati berbagai bencana ini, memiliki keluarga utuh benar-benar menjadi kemewahan yang tak ternilai—bahkan tak bisa ditukar dengan apa pun.
Qiao Lü buru-buru meminta maaf, "Maaf, aku benar-benar ceroboh."
Luo Yun tersenyum getir, "Tak apa, itu sudah lama berlalu."
Karena kekeliruan Qiao Lü, suasana menjadi makin canggung. Untunglah, seolah ingin segera menyelamatkan keadaan, Luo Feng kembali dengan dua hidangan di tangan dan tersenyum lebar, "Ini adalah hewan ternak generasi pertama yang kami datangkan dari Pandora. Baru saja ditemukan cara menghilangkan racunnya. Silakan kalian coba."
Memang, yang disajikan Luo Feng kali ini bukan lagi cacing tanah atau serangga yang membosankan, melainkan benar-benar daging. Keputusan mendatangkan hewan ternak dari Pandora saat itu memang tepat.
Dengan hidangan istimewa itu, suasana yang semula menegangkan pun perlahan mencair. Qiao Lü pun tak bisa tidak mengagumi keahlian Luo Feng, seolah-olah ia sudah menyiapkan skenarionya dengan matang.
Lewat bahan makanan berharga dari Pandora itu, Luo Feng mulai bercerita kepada Luo Yun tentang kehebatan Qiao Lü di Pandora, "Dulu, bisa menjalin kesepakatan menguntungkan dengan suku Na'vi, semua itu berkat nama baik Qiao Lü di antara mereka. Bayangkan saja, seekor naga terbang sebesar pesawat tempur, entah bagaimana ia bisa menjinakkannya."
Pujian Luo Feng sampai membuat Qiao Lü jadi malu sendiri, namun suasana di meja makan menjadi jauh lebih hangat. Luo Feng pun sesekali melemparkan tatapan seolah berkata, "Hanya sampai sini aku bisa membantumu," membuat Qiao Lü jadi tak tahu harus bereaksi bagaimana.
Makan malam pun berakhir dengan lancar. Qiao Lü dan Luo Yun sempat berbincang lagi, suasana akhirnya kembali akrab seperti sebelumnya.
Saat Qiao Lü hendak berpamitan dari rumah keluarga Luo, Luo Feng menyusulnya, berkata, "Qiao Lü, bolehkah aku bicara sebentar denganmu?"
Qiao Lü mengangguk tanpa ragu, toh ia tak ada urusan mendesak setelah ini.
Mereka lalu naik lift menuju permukaan, dan mulai berbicara di hamparan tanah lapang yang sunyi.
Saat itulah Luo Feng kembali menampilkan wajah serius seperti saat bekerja, "Qiao Lü, maaf aku tak pernah menceritakan soal keluargaku sebelumnya, hampir saja membuat hubunganmu dan Luo Yun jadi canggung."
Qiao Lü cepat-cepat menjawab, "Aku yang harusnya minta maaf, tanpa sengaja menyinggung hal seperti itu."
"Itu hanyalah fakta, tak perlu saling menyalahkan. Kalau mau menyalahkan, mungkin aku yang patut disalahkan." ujar Luo Feng tenang, seolah sedang membicarakan keluarga orang lain.
"Siapa yang tak terpilih dalam undian, dilarang memasuki kota bawah tanah. Kami yang membuat aturan itu, maka kami pula yang harus menjaganya."
Qiao Lü langsung merasa terkejut. Jangan-jangan ibu Luo Yun...
Belum sempat bertanya, Luo Feng sudah melanjutkan, "Saat itu aku hampir kehilangan akal, ingin mengubah hasilnya. Tapi ternyata, justru dia yang menghentikanku."
Luo Feng sedikit terdiam, tenggelam dalam kenangan.
"Dia berkata, di situasi seperti sekarang, demi kelangsungan peradaban, siapa pun harus siap kehilangan segalanya. Sebagai pejabat pemerintah, kamu harus lebih dahulu menyiapkan mental."
Qiao Lü terdiam, tak menyangka Luo Feng menyimpan masa lalu seperti itu.
"Sejak hari itu, aku baru sadar. Yang paling sulit bagi pejabat bukan membuat keputusan yang benar, melainkan bertahan pada keyakinan hingga akhir. Keputusan yang mengandung keputusasaan dan harapan inilah yang menjadi dasar Rencana Bumi Pengembara."
Luo Feng membungkuk, mengambil segenggam tanah, lalu menaburkannya perlahan ke bumi.
"Mungkin kita tak pernah tahu kapan kebenaran akan terungkap. Namun jika umat manusia bisa bertahan ribuan tahun, planet bernama Bumi inilah tugu abadi bagi semua yang telah berkorban."
Tanpa sadar, Qiao Lü melangkah mundur. Selama ini ia mengira jabatan Anggota Dewan Pemerintahan Bersatu hanya sekadar punya kemampuan manajerial lebih baik. Namun kini ia menyadari, di balik kekuasaan tertinggi, ada beban dan tekad yang luar biasa berat.
Tanpa pemerintah seperti ini, mustahil Rencana Bumi Pengembara yang begitu besar bisa terwujud.
Qiao Lü benar-benar kagum pada semangat Luo Feng, sebuah tekad yang tak pernah ia miliki sebagai seorang yang melintasi waktu.
"Terima kasih atas pelajaran berharga ini," kata Qiao Lü pada Luo Feng.
Namun Luo Feng hanya menggeleng, "Itu semua adalah pelajaran yang diajarkan istriku padaku. Aku hanya meneruskannya padamu."
Keduanya menengadah ke langit, memperhatikan cahaya mesin planet yang masih menyinari bumi penuh derita itu.
Dan perjalanan berikutnya Bumi Pengembara, segera akan dimulai.