Ia berasal dari dunia lain, dan pada akhirnya akan naik ke takhta para dewa.
“Uh, kepala terasa sakit... Seharusnya tadi malam aku tidak minum sebanyak itu,” Li Yufan memegangi kepalanya dengan rasa sakit sambil mencoba duduk. Namun, tiba-tiba rasa sakit yang lebih hebat menyerang kepalanya, membuatnya kembali membungkuk dan meringkuk di atas ranjang.
“Aduh, apa aku minum minuman palsu semalam? Kenapa sakitnya parah begini!” Li Yufan hanya mengingat bahwa semalam ia menghadiri reuni bersama beberapa teman dekat dari universitas, termasuk gadis yang diam-diam ia sukai. Demi terlihat keren di depan gadis itu, ia minum sedikit lebih banyak, hingga akhirnya ia mabuk tak mampu berjalan, dan teman satu kamar membawanya pulang. Setelah itu, ingatannya menghilang.
Begitu rasa sakit di kepala sedikit mereda, Li Yufan menghela napas, mengusap keringat dingin di dahinya dan membuka selimut sambil perlahan duduk. “Tunggu, ini bukan kamarku!” Kebingungan yang semula muncul karena rasa kantuk dan sakit kepala, kini menghilang, tergantikan oleh rasa terkejut dan takut.
“Apa salah satu teman membawaku pulang ke rumahnya?” Sambil bergumam, Li Yufan yang sudah sepenuhnya sadar merasa ada yang aneh: suaranya tidak seperti biasanya! Ini bukan suaranya sendiri. “Suara ku...” Ia tak sempat mencari sandal, langsung turun dari ranjang dengan kaki telanjang. Di sudut gelap ruangan, ada sebuah cermin besar yang sulit terlihat, namun Li Yufan kebetulan melihatnya.
Ia melangkah cepat ke arah jendela, tak peduli jari kakinya terbentur kaki ranjang dan menimbulkan rasa sakit. Dengan satu tarikan, ia membuka tirai jendela, cahaya bulan perak yang bagaik