Bab Seratus Dua Puluh Empat: Kehamilan
Karena hari itu tidak perlu bekerja, Zhen Qing tidur sampai terbangun secara alami. Begitu membuka mata, hari sudah lewat pukul sepuluh.
Saat bangun, Jing Changyou sudah menyiapkan sarapan. Begitu melihatnya, pria itu segera menghampiri dan menciumnya cukup lama.
Zhen Qing membelalakkan mata. “Aku bahkan belum sikat gigi!”
“Tidak masalah!” Jing Changyou menatap Zhen Qing dengan penuh kasih sayang. Menurutnya, Zhen Qing begitu menggemaskan hingga ia ingin menyayanginya sampai ke tulang-belulangnya.
“Setelah makan, kita pindah rumah saja!” kata Zhen Qing sambil tersenyum lebar.
“Baik…” Jing Changyou memang berpikiran sama.
Membayangkan mereka akan memiliki rumah sendiri membuat seluruh darah di tubuhnya seakan mendidih.
Setelah makan, mereka pun mulai membereskan barang-barang. Perabotan mereka tidak banyak, jadi tak lama kemudian semuanya sudah selesai dikemas.
“Zhen Qing, kalian cepat sekali mau pindah!” Niu Mi menguap sambil melihat mereka yang sudah selesai berkemas, lalu bertanya dengan heran.
“Ya! Kami ingin pindah sebelum Tahun Baru Imlek,” jawab Zhen Qing. Hari itu sudah tanggal dua puluh tujuh, dan Tahun Baru Imlek sebentar lagi tiba.
“Ah, enaknya punya rumah sendiri!” Niu Mi merasa sangat iri. Setelah sekian lama tinggal bersama, ia merasa berat hati ketika mereka hendak pergi.
Zhen Qing tersenyum. Memang, setelah lama bersama, pasti ada rasa sayang dan enggan berpisah.
“Kami pergi dulu. Kau harus menjaga dirimu baik-baik!” pesan Zhen Qing sambil tersenyum.
“Ya!”
Tiba-tiba Niu Mi merasa mual. Ia bergegas ke kamar mandi dan merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Zhen Qing masih bertanya-tanya apa yang terjadi pada Niu Mi ketika perempuan itu keluar. Sebelum sempat mengatakan apa-apa, Niu Mi sudah menariknya ke samping.
Dengan suara pelan, Niu Mi berkata, “Zhen Qing, bisakah kau menemaniku ke rumah sakit?”
Zhen Qing menatapnya dengan curiga. “Kau sakit?”
“Sepertinya begitu.” Niu Mi sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya.
“Baiklah.” Zhen Qing meminta Jing Changyou membawa barang-barang mereka terlebih dahulu ke rumah baru, sementara ia menemani Niu Mi ke rumah sakit.
Jing Changyou mengangguk tanpa banyak bertanya. Setelah berpesan agar Zhen Qing berhati-hati, ia membawa barang-barang itu dan pergi.
Saat sedang mengambil nomor antrean, Niu Mi tidak tahan untuk berkata, “Aku sudah hampir dua bulan tidak menstruasi, tapi siklusku memang selalu tidak teratur!”
“Jangan-jangan kau…” Zhen Qing menatap Niu Mi dengan terkejut. Ia sulit memercayai bahwa Niu Mi mungkin mengandung anak seorang pria asing.
“Pasti bukan anak Jack!” Niu Mi memutar bola matanya.
“Lalu anak siapa?” Sambil berbicara, mereka tiba di ruang praktik dokter.
“Sudahlah, kita periksa dulu,” kata Niu Mi. Hatinya dipenuhi kegelisahan dan perasaan yang sulit dijelaskan.
“Dari hasil awal, ada kemungkinan kau hamil. Lakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk memastikannya,” ujar dokter sambil menulis surat pemeriksaan.
Niu Mi keluar dari ruang ultrasonografi dengan ekspresi yang sangat rumit.
“Jadi… kau hamil?” Zhen Qing segera menghampirinya.
“Ya.” Niu Mi mengangguk. Kerumitan melintas di matanya.
“Kalau begitu, siapa ayahnya?” Zhen Qing bertanya dengan heran. Jika bukan Jack, dan selama ini ia juga tidak pernah melihat Niu Mi berpacaran dengan pria lain, lalu anak itu milik siapa?
“Itu anak Xiao Yan!” Niu Mi mengembuskan napas. Hanya saat bersama Xiao Yan mereka tidak menggunakan pengaman, jadi anak itu pasti milik Xiao Yan.
Memikirkan Xiao Yan membuat hati Niu Mi terasa sesak.
Sekarang, setiap kali melihatnya, Xiao Yan bersikap seperti tikus yang bertemu kucing, seolah-olah Niu Mi adalah monster pemakan manusia.
“Xiao Yan?” Zhen Qing sangat terkejut. Sejak kapan Niu Mi dan Xiao Yan menjalin hubungan?
Dua hari lalu ia masih melihat mereka saling menyindir setiap kali bertemu, seperti sepasang musuh bebuyutan. Bagaimana mungkin mereka pernah bersama?
“Ya…” Niu Mi menundukkan kepala dengan lesu. Ia sendiri tidak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini.
Zhen Qing masih hendak bertanya lebih jauh ketika melihat Hua Qiao’er keluar dari sebuah ruang rawat sambil memegangi perutnya. Ia tak kuasa menahan rasa heran. Bukankah Hua Qiao’er berada di kabupaten? Kapan ia datang ke Kota A? Cepat sekali.
Hua Qiao’er juga melihat Zhen Qing. Wajahnya tampak sangat buruk. Bibirnya bergerak sedikit, tetapi tidak mengatakan apa-apa.
“Aku belum selesai bicara. Kenapa kau pergi? Kau baru saja menggugurkan kandungan. Setelah pulang, kau harus banyak beristirahat. Kalau tidak, nanti akan sulit hamil lagi,” dokter itu menyusul keluar.
“Aku tahu!” Wajah Hua Qiao’er berubah. Ia merampas surat pemeriksaan itu dengan marah.
Dokter melihatnya, lalu menggelengkan kepala sebelum kembali masuk. Terhadap orang yang tidak menyayangi dirinya sendiri, ia pun tidak dapat berbuat banyak.
Zhen Qing sangat terkejut mengetahui bahwa Hua Qiao’er datang ke rumah sakit untuk menggugurkan kandungan.
“Kenapa? Melihat keadaanku seperti ini, kau senang?” Hua Qiao’er menatap Zhen Qing dengan dingin.
Awalnya Zhen Qing merasa sedikit iba. Namun, mendengar perkataan Hua Qiao’er, ia hanya bisa merasa tak berdaya. “Aku tidak bermaksud begitu. Beristirahatlah dengan baik.”
Jelas terlihat bahwa Hua Qiao’er sedang sangat kesakitan.
“Hah… pura-pura baik!” Hua Qiao’er sama sekali tidak menghargai niatnya. Ia selalu menyimpan permusuhan terhadap Zhen Qing.
“Zhen Qing, ayo pergi. Berbicara dengan orang seperti ini hanya membuang waktu!” Niu Mi menarik tangan Zhen Qing, mengajaknya pergi.
Zhen Qing teringat semua hal yang pernah dilakukan Hua Qiao’er kepadanya, sehingga ia pun tidak memiliki simpati lagi.
Hua Qiao’er menatap kepergian Zhen Qing. Amarahnya berkobar. Mengapa hanya dirinya yang harus menanggung semua ini? Ia berteriak penuh kebencian ke arah mereka,
“Zhen Qing, kau tidak akan bisa merasa senang terlalu lama! Suatu hari nanti, kau juga akan merasakan pahitnya penderitaan!”
Zhen Qing mengerutkan kening, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Hatinya terasa sangat tidak nyaman.
“Benar-benar tidak masuk akal. Jangan berdebat dengan anjing gila!” Niu Mi menarik Zhen Qing naik ke taksi.
Melihat Niu Mi mengusap-usap perutnya, Zhen Qing masih belum memahami semuanya. Ia pun bertanya, “Bagaimana bisa anak itu anak Xiao Yan?”
“Sudahlah, jangan dibicarakan lagi. Kita pulang saja dulu.” Pikiran Niu Mi terasa kacau.
“Oh, baik…” Zhen Qing menopang tubuh Niu Mi.
Di dalam taksi, Zhen Qing tak kuasa menahan diri untuk bertanya, “Kau ingin mempertahankan anak itu, bukan?”
Jelas terlihat bahwa Niu Mi sedang bimbang. Jika ia tidak menginginkan anak itu, sikapnya pasti tidak akan seperti ini.
“Aku…” Niu Mi mengusap perutnya dengan perasaan rumit. Ia sendiri tidak menyangka bahwa ia ternyata tidak ingin menggugurkan anak itu.
Mungkin karena ia sudah terlalu lama merasa kesepian.
“Pernahkah kau berpikir bagaimana cara memberitahunya?” Bagaimanapun juga, anak itu bukan hanya milik Niu Mi.
“Belum. Aku tidak berniat memberitahunya. Anak ini tidak ada hubungannya dengan dia!” Kepanikan melintas di mata Niu Mi.
Setiap kali melihatnya, Xiao Yan selalu menghindar. Jika mengetahui bahwa Niu Mi mengandung anaknya, ia pasti akan memaksanya menggugurkan kandungan.
“Tapi, pernahkah kau memikirkan masa depan?” Zhen Qing menghela napas. Ia sedikit banyak dapat memahami perasaan Niu Mi.
“Untuk apa memikirkan terlalu banyak hal? Sekarang saja hidupku masih kacau!” Niu Mi mengusap perutnya. Ada pikiran aneh yang muncul di dalam benaknya. Ia bertanya-tanya, anak ini nanti akan mirip siapa. Laki-laki atau perempuan?
“Kalau anak itu lahir, semuanya tidak akan sesederhana ini. Kau harus memikirkannya baik-baik!” Membesarkan seorang anak sendirian bukanlah hal yang mudah.
“Ya, aku mengerti.” Niu Mi tersenyum getir.
Ketika mereka kembali, mereka melihat Jing Changyou dan Xiao Yan sudah berada di dalam rumah.
Begitu melihat Xiao Yan, Niu Mi tertegun sejenak. Setelah itu, hatinya dipenuhi perasaan rumit dan panik.
“Kak Zhen Qing, kudengar kalian pergi ke rumah sakit. Ada apa?” Xiao Yan berdiri dan mempersilakan Zhen Qing duduk.
Di sisi pemimpin, hanya Kak Zhen Qing yang boleh duduk.
“Ah…” Zhen Qing melirik Niu Mi, lalu berkata, “Niu Mi merasa kurang sehat, jadi kami pergi memeriksakan diri.”
“Oh?” Xiao Yan melirik Niu Mi dan berkata dengan nada tidak senang, “Memangnya dia bisa sakit?”
“Jadi kau berharap aku sakit?” Niu Mi langsung meledak. Tidak bisakah pria itu mengatakan sesuatu yang lebih menyenangkan?
Zhen Qing hanya bisa terdiam. Dua orang ini pasti memang musuh bebuyutan sejak kehidupan sebelumnya!