Bab 2: Pulau Hong Kong
Setelah syuting selesai, Chen Linfeng dan ibunya tidak langsung pulang ke rumah.
Ayah Chen sedang berada di Hong Kong untuk menemani kakak Chen Linfeng, Shi Xiaolong, yang sedang syuting di sana.
Karena rumah sepi, Ibu Chen berpikir mumpung kesehatan Chen Linfeng sudah pulih, ada baiknya membawa dia berlibur ke Hong Kong sekaligus berkumpul dengan keluarga. Maka, mereka berdua pun berangkat menuju Hong Kong.
Setelah melewati proses pengurusan izin masuk yang rumit, Chen Linfeng akhirnya menginjakkan kaki di tanah Hong Kong.
Industri perfilman Hong Kong tahun 1996 sedang berada di masa kejayaan terakhirnya. Chen Linfeng memandang sekeliling, gedung-gedung pencakar langit yang berjejer rapat memberinya rasa familier. Sudah lama sekali ia tidak melihat pemandangan kota seperti ini sejak terlahir kembali. Namun, suara percakapan dalam bahasa Kanton yang bercampur bahasa Inggris di sekitarnya mengingatkannya bahwa ini adalah Hong Kong sebelum kembali ke pangkuan Tiongkok.
"Lihat ke sana, Ayah dan kakakmu datang menjemput. Ayo ke sana," seru Ibu Chen sambil melambaikan tangan dengan antusias.
Keluarga itu bersatu kembali di negeri orang dengan penuh sukacita. Shi Xiaolong melihat penampilan adiknya dan tertawa lebar sampai matanya menyipit, "Haha, sekarang kamu juga berkepala plontos." Sambil berkata begitu, ia menggosok kepala Chen Linfeng.
Chen Linfeng tidak mau kalah, ia membalas menggosok kepala kakaknya, "Kamu juga, biar kucoba rasanya." Keduanya tertawa dan bercanda sejenak.
"Kak Long, apa hari ini kamu tidak syuting?"
Shi Xiaolong mengambil tas dari tangan Chen Linfeng dan merangkul pundaknya, "Tidak, aku sudah izin pagi ini, nanti sore baru kembali ke lokasi syuting."
Chen Linfeng penasaran seperti apa lokasi syuting di Hong Kong saat itu. Ia menoleh ke arah Ayah Chen, "Yah, sore nanti bolehkah aku ikut Kak Long ke lokasi syuting untuk melihat-lihat?"
Sebelum ayahnya menjawab, Shi Xiaolong langsung menyambar, "Tentu saja boleh, aku akan membawamu masuk. Sebenarnya tidak ada yang menarik, sangat membosankan."
Ayah Chen berpikir sejenak, sepertinya itu tidak akan menjadi masalah. "Sore nanti ikuti kakakmu, tapi ingat, jangan mengganggu orang lain." Sebenarnya, ia sangat percaya pada putra bungsunya ini karena sejak kecil Chen Linfeng tidak pernah membuat orang tua khawatir.
Chen Linfeng berjanji dengan mantap dan menepuk dadanya, meyakinkan bahwa ia akan bersikap baik.
Keluarga berempat itu berencana menaruh barang bawaan di hotel, lalu pergi berbelanja dan makan di Causeway Bay. Dalam perjalanan menuju hotel dengan bus, Chen Linfeng menatap pemandangan jalanan dari balik jendela.
Sebelum penyerahan kedaulatan, keamanan di Hong Kong cukup kacau. Di jalanan, sesekali terlihat sekelompok anak muda bergaya preman yang berkeliaran. Terutama sejak film *Young and Dangerous* dirilis awal tahun ini, banyak