Bab 26: Sasaran yang Jelas

Aroma Obat Menyebar ke Langit Qu Yue 2993kata 2026-02-08 10:12:31

Di forum sekolah, Ye Youran benar-benar merasakan dahsyatnya kekuatan para penggemar.

Namun, ketika Ye Youran dan Lu Xuan keluar dari asrama menuju kantin untuk sarapan, barulah ia sungguh-sungguh memahami arti dari kegilaan.

Seluruh kantin menjadi kacau balau hanya karena kehadiran Ye Youran. Tak terhitung banyaknya orang mengelilingi Ye Youran dan teman-temannya. Di antara kerumunan yang berlapis-lapis itu, sembilan dari sepuluh orang adalah perempuan.

Keberuntungan seperti ini tak pernah berani Ye Youran bayangkan sebelumnya. Bahkan kini pun ia merasa kewalahan menghadapinya. Tentu saja, tidak sedikit juga yang hanya ikut-ikutan demi seru-seruan belaka.

Namun, hal itu justru membuat Ye Youran semakin menyesal telah menerima ajakan Annie untuk bernyanyi di atas panggung semalam.

Yang tidak diketahui Ye Youran adalah, saat ia berusaha tersenyum menghadapi para penggemar itu, ada beberapa pasang mata lain yang juga menatapnya lekat-lekat dari sudut kantin.

Salah satunya adalah Chen Li, mantan kekasih sekaligus cinta pertama Ye Youran. Chen Li duduk sendirian di pojok, menikmati sarapannya. Kemarin pagi, di matanya Ye Youran hanyalah pria kampungan tanpa masa depan yang tak disukai siapa pun. Tapi hanya dalam semalam, Ye Youran berubah total. Auranya berbeda, bahkan penampilannya pun tampak berubah.

Yang paling mengejutkan, ternyata suara Ye Youran sangat merdu. Dengan kualitas vokal seperti itu, andai ia ingin terjun ke dunia hiburan suatu saat nanti, setidaknya ia takkan hidup susah. Ia bisa dengan mudah mencari nafkah.

Namun selama ini, Chen Li sama sekali tak tahu bahwa Ye Youran pandai bernyanyi. Andaikan ia tahu lebih awal...

Seketika terlihat sendu dan sedikit penyesalan di mata Chen Li. Namun ia sadar, ia telah melukai Ye Youran terlalu dalam. Mereka tak mungkin kembali seperti dulu.

Sepasang mata lainnya adalah milik Dongfang Wan’er. Gadis itu juga sedang sarapan dengan tenang di kantin. Ia tidak menjadi histeris seperti para perempuan lain. Namun, tatapannya kepada Ye Youran juga penuh warna, meski bukan kekaguman atau sanjungan, melainkan rasa penasaran.

Ye Youran sekelas dengannya selama tiga tahun. Dulu, saat masih tahun pertama, Dongfang Wan’er sempat memandang Ye Youran dengan kagum. Kala itu, Ye Youran dikenal sebagai siswa paling cerdas di kelas, bahkan di jurusan. Ia pendiam, tapi prestasinya membuat Wan’er, yang juga siswa pintar, tak bisa tidak mengaguminya.

Namun, setelah mendengar Ye Youran berpacaran dengan Chen Li, prestasi Ye Youran merosot tajam. Saat tahun kedua, ia bahkan tidak lulus beberapa mata kuliah.

Sejak itu, Dongfang Wan’er pun berhenti memperhatikan Ye Youran. Sudah lama ia tak peduli lagi. Namun, semuanya berubah hanya dalam semalam. Dari pria yang dihindari semua orang, kini Ye Youran menjadi rebutan. Semua perempuan seolah ingin mendekatinya.

Dongfang Wan’er pun harus mengakui, lagu "Sepuluh Tahun" yang dinyanyikan Ye Youran semalam benar-benar menyentuh hati. Ia sendiri sampai beberapa kali menitikkan air mata.

Sepasang mata terakhir adalah milik Annie. Semalam, Annie hanya iseng meminta Ye Youran menggantikannya di panggung. Tak disangka, penampilan Ye Youran malah membuatnya terpukau. Bahkan penampilannya sendiri setelah itu terasa hambar di mata penonton.

Namun Annie tidak menyesal. Menemukan bakat luar biasa Ye Youran membuatnya merasa seperti menemukan harta karun. Rasa penasarannya pada Ye Youran bahkan melebihi Dongfang Wan’er.

“Apa yang kalian lakukan di sini?!”

Tiba-tiba, di tengah kekacauan kantin, suara bentakan keras menggema. Liu Xue, dengan wajah masam, turun dari kantin lantai dua.

Kantin universitas tersebut terdiri dari dua lantai. Biasanya, mahasiswa hanya makan di lantai satu, sedangkan para dosen dan pimpinan makan di lantai dua, karena makanannya lebih enak dan tentu saja lebih mahal.

Mayoritas mahasiswa di universitas kedokteran itu berasal dari keluarga sederhana. Mereka tak biasa makan di lantai dua. Hanya dosen bergaji atau mahasiswa berkantong tebal yang bisa makan di sana.

Ye Youran sendiri belum pernah ke lantai dua. Untuk membayangkannya saja ia tak punya cukup uang.

Tadi, Liu Xue sedang sarapan di lantai dua sambil menggoda salah satu guru perempuan yang cantik. Mendengar keributan di bawah semakin menjadi, ia pun turun dengan kesal.

Melihat keributan ini ternyata disebabkan oleh Ye Youran, hati Liu Xue langsung berbunga-bunga. Akhirnya ia punya alasan untuk menyerangnya.

Tentu saja, meski dalam hati sangat senang, wajah Liu Xue dipasang sedemikian rupa seolah ia sangat kecewa.

“Ye Youran, kamu lagi! Semalam saat ada para petinggi sekolah dan pejabat, aku biarkan saja. Tapi ternyata kamu tidak tahu diri!” Liu Xue menunjuk Ye Youran dan langsung memarahinya tanpa ampun.

Tindakan Liu Xue yang menuduh tanpa alasan ini membuat para mahasiswa lain tertegun. Semua orang tahu, kejadian ini sama sekali bukan salah Ye Youran. Ia tak pernah minta dipuja, semua itu ulah para perempuan yang histeris, diikuti teman-teman lain yang iseng.

“Pak Liu, saya…”

“Kamu tidak perlu beralasan! Dengarkan baik-baik, Ye Youran. Jangan kira karena kamu sedikit terkenal, kamu bisa berbuat seenaknya di universitas ini! Ini adalah tempat menuntut ilmu, bukan panggung hiburan! Jangan bawa pengaruh buruk dari luar ke sekolah. Kalau kamu mengganggu ketertiban dan merusak suasana belajar, aku tak segan mengeluarkanmu!”

Semakin lama, Liu Xue semakin lantang menuduh. Orang yang tidak tahu pasti mengira Ye Youran telah melakukan pelanggaran berat.

Namun Ye Youran hanya bisa menahan amarah. Liu Xue benar-benar keterlaluan. Sebagai pejabat kampus, ia terang-terangan menggunakan kekuasaannya untuk balas dendam. Padahal Ye Youran sendiri adalah korban.

Seandainya bukan karena ini di lingkungan kampus, Ye Youran ingin sekali menghajarnya.

“Pak Liu, apa Bapak tidak melihat? Ini semua bukan salah Ye Youran, tapi ulah teman-teman yang lain…” Lu Xuan tak tahan lagi dan langsung membela Ye Youran.

Orang lain mungkin takut pada Liu Xue, tapi tidak dengan Lu Xuan. Kebanyakan mahasiswa ingin magang di rumah sakit afiliasi setelah lulus, jadi mereka harus mencari muka pada Liu Xue. Tapi Lu Xuan tidak perlu magang karena ayahnya pasti tidak mengizinkannya magang di rumah sakit. Sebagai anak tunggal dan kondisi orang tuanya yang kurang sehat, Lu Xuan hanya ingin lulus lalu pulang membantu keluarga.

Karena itu, ia selalu muak melihat Liu Xue yang sering menggoda mahasiswi di kampus. Melihat Ye Youran diperlakukan seperti itu, ia tidak bisa menahan diri.

Jia Yu dan Qin Sheng yang ada di sana memang tidak berani bicara, tapi tatapan mereka pada Liu Xue penuh kemarahan.

“Mahasiswa lain juga harus hati-hati, jangan sampai tertipu oleh penampilan seseorang,” ujar Liu Xue, mencoba menutupi serangannya pada Ye Youran dengan menegur orang lain secara simbolis.

Namun, ia kembali menunjuk Ye Youran, “Tapi yang utama tetap kamu, Ye Youran. Jangan cari perhatian dengan sengaja muncul di keramaian. Kalau lain kali aku dapatkan lagi, hukumannya akan lebih dari sekadar peringatan!”

Liu Xue terlalu bernafsu membalas dendam pada Ye Youran, sampai-sampai ia tidak sadar tindakannya sangat mencolok. Semua orang yang berpikiran jernih tahu, ia memang menargetkan Ye Youran.

Banyak mahasiswa hanya bisa menahan marah. Namun, tidak semua siswa sama.

Annie berdiri dengan wajah kesal lalu berseru lantang pada Liu Xue, “Wakil Direktur Liu, jadi menurut Bapak, mulai sekarang Ye Youran harus menghindari semua orang di kampus? Tidak boleh ke kantin, tidak boleh masuk kelas, dan tidak boleh ikut kegiatan apa pun di sekolah?”