Bab 91: Jiwa Hukum Asal
"Cocok untukku?" Ye Yun langsung bingung, wajah tampannya tak kuasa menahan kedutan. Dua teknik yang telah berdebu di Aula Hukum Dao entah sudah berapa lama, apa benar-benar cocok untuk dirinya? Jangan-jangan memang benar sampah hanya layak mendapat teknik tingkat rendah?
Dalam langit tingkat kedua Hati Giok Hukum Langit, lelaki tua misterius itu mendengus dengan nada meremehkan, lalu mengejek, "Apa hebatnya para kultivator Benua Dao Wu? Mereka bagaikan katak dalam tempurung, pikirannya sempit dan dangkal."
Ye Yun hanya bisa tersenyum pahit. Tingkat kultivasinya masih dangkal, selain mendengarkan dan bertanya, ia memang belum pantas ikut campur. Maka ia pun merendah, "Senior, mohon berkenan memberitahu keistimewaan dua teknik ini kepada junior!"
Barulah lelaki tua misterius itu menanggapi dengan sungguh-sungguh, "Dari sudut pandangku, Pedang Pemusnah Sunyi ini mewakili Jalan Kehancuran. Jika kau mampu melatihnya hingga puncak dan menyempurnakannya, lalu menggabungkannya dengan pemahamanmu tentang Jalan Pemusnah, kekuatannya pasti akan menggemparkan dunia!"
Ye Yun tertegun mendengarnya, sungguh sulit dipercaya. Seorang kultivator tingkat sembilan Dao Tu, apa mungkin punya kemampuan menciptakan teknik yang mengandung prinsip agung dunia? Siapa pun yang mendengar pasti akan mengira ia sudah gila.
Lelaki tua misterius itu seolah mengetahui apa yang ada di benaknya, mendengus, "Nak, kau kira Jalan Pemusnah itu mudah dipahami? Kekuatan yang kau gabungkan dan pahami dalam tubuhmu, semuanya adalah inti hukum dunia yang diwariskan sejak awal penciptaan. Misalnya kekuatan yang kini kau kuasai: Jalan Kekuatan, Jalan Alam, Jalan Pembantaian, Jalan Pemusnah—semua itu adalah hukum dasar semesta, jenis yang paling ekstrem. Seorang kultivator biasa, seumur hidup pun belum tentu bisa menyentuhnya!"
Hati Ye Yun bergetar hebat, dan matanya tampak kosong sesaat. Ia tak pernah menyangka dirinya memahami hukum paling murni.
Lelaki tua misterius itu, seperti seorang guru tua, menjelaskan dengan rinci, "Lalu tentang Cap Layu dan Mekar itu—layu berarti mati, mekar berarti hidup. Sepintas teknik ini tampak dangkal, namun sejatinya ia mewakili hukum paling mendasar: kehidupan dan kematian!"
"Mewakili hidup dan mati?" Ye Yun berbisik, hatinya bagaikan diterjang badai dahsyat, sulit untuk tenang.
"Aku pun tak mengira, di dunia ini masih ada hukum asal setingkat itu. Teknik seperti ini tampak sederhana, namun sebenarnya sangat dalam dan tak terduga. Jika dugaanku benar, Cap Layu dan Mekar ini berasal dari Jalan Alam Sekte Awan Langit. Tak ada satu pun murid Sekte Awan Langit yang mampu memahami teknik ini, itu pertanda mereka hanya berlatih secara kaku, telah membatasi diri sendiri, bagaimana mungkin bisa maju?" Lelaki tua misterius itu sungguh merasa takjub. Sejak terbangun dan mengikuti Ye Yun ke Sekte Awan Langit, ia menemukan banyak hal yang belum pernah ia pahami sebelumnya.
Tatapan Ye Yun menjadi tegas, matanya berkilat, dan ia mengangguk sungguh-sungguh, "Menurutku, selama ada senior di sisiku, aku pasti mampu memahami dan menguasai kedua teknik ini dengan mudah!"
Ia memuji lelaki tua misterius itu dengan tepat, sekaligus menunjukkan keyakinan kuat untuk menguasai dua teknik hukum asal tersebut.
Lelaki tua misterius itu jelas sangat menikmati pujian Ye Yun, ia berkata dengan bangga, "Tentu saja! Sudahlah, simpan kedua teknik itu baik-baik. Sekarang yang terpenting bukan membahas soal ini, tetapi menyelesaikan masalah terbesarmu lebih dulu! Aku tak ingin kau akhirnya hanya menjadi orang bodoh yang mengandalkan kekuatan semata, kalau begitu, aku pun takkan pernah bisa lepas dari belenggu ini."
Begitu menyinggung masalah pribadinya, wajah Ye Yun langsung muram, ia menghela napas penuh kepasrahan, "Senior, aku merasa ada sesuatu yang salah dengan latihanku. Banyak kejadian aneh yang sulit dijelaskan."
Di lautan kesadarannya, jiwa Ye Yun menatap serius bayangan jiwa yang terlepas saat perubahan jiwa terjadi.
Tampak bayangan itu duduk bersila di atas Hati Giok Hukum Langit, mata terpejam. Semula bayangan itu transparan, kini bergantian berkilat dalam empat warna: hijau, merah, ungu, dan abu-abu.
Aura bayangan jiwa itu juga berubah sesuai warna. Saat berubah merah, hawa jahat yang terpancar membuat Ye Yun sendiri menggigil ketakutan. Mata bayangan itu memancarkan cahaya merah bagai dewa iblis, menakutkan siapa saja.
Saat warnanya berubah hijau, tampak Ye Yun mengenakan jubah hijau, tubuhnya bersih dan suci, laksana dewa dalam hukum Dao, membuat orang ingin bersujud memuja.
Begitu warnanya menjadi abu-abu, seluruh sosok Ye Yun seolah menjelma menjadi lambang kejahatan, matanya berkilat abu-abu, tubuhnya memancarkan aura korosif yang mengerikan, seakan hendak menghancurkan segalanya. Siapa pun yang melihatnya pasti bergetar ketakutan.
Saat bayangan jiwa berubah ungu, ekspresi bencinya berubah menjadi penuh wibawa, cahaya ungu memancar, ia mengenakan mahkota emas dan jubah naga ungu keemasan, mengesankan kekuasaan mutlak di atas dan di bawah langit. Jiwa Ye Yun pun terguncang hebat.
"Apa... kenapa bisa begini?" Ye Yun melongo, tanpa sadar melontarkan pertanyaan yang mengganjal di hatinya. Ia sangat ingin tahu penyebab semua ini dan berharap lelaki tua misterius itu bisa menjawabnya.
Namun lelaki tua itu hanya menghela napas panjang, "Nak, jangan harap aku bisa memberimu jawaban pasti. Kebangkitan dan perubahan jiwamu, bahkan Sembilan Kali Perubahan Wu Ji-mu, semuanya berbeda dari orang lain. Hukum Dao itu tak berbatas, aku pun tak tahu keanehan apa yang terjadi. Bayangan jiwamu itu, kini kian padat, sudah mirip seperti jiwa terpisah."
"Jiwa terpisah?" Jiwa Ye Yun terasa getir. Tak mungkin semua hal yang tak jelas ini hanya bisa dijelaskan dengan dalih hukum Dao tak berbatas, dunia luas penuh keajaiban, dan alasan umum semacam itu, bukan?
Lelaki tua misterius itu pun tak berani sembarangan menilai, ia merenung, "Nak, perubahan aneh kali ini, bagimu bisa jadi berkah atau bencana, tergantung nasibmu. Jika berhasil mengelolanya, mungkin kau akan menorehkan pencapaian yang belum pernah ada sebelumnya! Hukum asal dalam tubuhmu, saat masuk ke dalam, terpecah dua. Satu diserap Pedang Awan Kekacauanmu, satu lagi menyatu ke dalam jiwamu yang terpisah itu."
Ye Yun tersenyum pahit, "Senior, sebenarnya aku ingin memanfaatkan waktu luang untuk mencari cara mengatasi bayangan jiwa yang aneh ini, supaya tak terjadi hal buruk. Tapi sekarang, entah kenapa, karena Jalan Alam, aku malah menjadi begini..."
"Jalan Alam..." Lelaki tua misterius itu tiba-tiba berseru kegirangan, seperti anak kecil menemukan mainan kesukaan, ia berucap penuh semangat, "Inilah takdir, benar-benar takdir baik!"
Ye Yun makin bingung dengan ulah lelaki tua itu, dan bertanya dengan ragu, "Senior, maksud Anda..."
Lelaki tua misterius itu tertawa lebar, "Benar, pantas saja kau dipilih Hati Giok Hukum Langit, memang berbeda dari yang lain. Takdir yang kau miliki saja sudah tak tertandingi! Awalnya bayangan jiwa yang muncul itu hanyalah benda mati seperti bayang-bayang, tak berarti apa-apa. Tapi setelah menyerap kekuatan obat Sembilan Daun Emas Ungu, juga mendapat pemurnian dari Air Kolam Yin Yang, jiwamu mulai mengeras."
Ia memahami semua kejadian dari awal, lalu menjelaskan, "Keajaiban Jalan Alam itu jarang sekali ada yang mampu memahaminya. Mungkin karena Jalan Alam inilah potensi kehidupan bayangan jiwa itu bangkit, memberinya kehidupan. Setelah itu, tiga hukum asal lain pun menyatu ke dalamnya. Nak, inilah keberuntunganmu! Ini benar-benar jiwa yang mampu menyatu dengan segala hukum! Ini adalah Jiwa Hukum Asal!"