Bab Dua: Tempat Pemeliharaan Zaman Purba (Bagian Kedua)
Sebagai seorang pria rumahan, Su Ping setiap hari tenggelam di dunia maya “belajar”, jadi ia tak asing lagi dengan sistem-sistem semacam ini. Di tengah kegembiraannya, ia segera menanyakan tujuan sistem tersebut.
“Aku adalah Sistem Super Peliharaan, bertujuan membina makhluk peliharaan terkuat di jagat raya. Prinsip dasar sistem ini adalah: Segala sesuatu dapat dibina, semuanya adalah peliharaan!”
Sistem pembinaan hewan peliharaan?
Su Ping terkejut, bahkan merasa sedikit tercengang.
Nada bicara sistem ini cukup sombong, segala sesuatu adalah peliharaan, jadi bunga dan rumput di pinggir jalan juga termasuk?
“Jika bunga dan rumput itu membangkitkan spiritualitas, mereka pun bisa menjadi peliharaan. Peliharaan elemen tumbuhan memang berevolusi dari bunga dan rumput biasa!” jawab sistem dengan tenang.
Su Ping tertegun, lalu bertanya dengan mata terbelalak, “Kau bisa mendengar pikiranku?”
“Aku terikat pada jiwamu, tentu saja mengetahui apa yang kau pikirkan... Harap diperhatikan, peringatan makian pertama!”
“……”
Su Ping terdiam.
“Sistem telah diaktifkan, harap dalam waktu 24 jam ikatkan dirimu pada sebuah toko peliharaan milikmu sendiri. Jika gagal, sistem akan dilepas, dan ingatan hari ini akan dihapus…” lanjut sistem itu.
“Melepas sistem?”
Mendengar itu, alis Su Ping terangkat. Walaupun sistem ini aneh, lebih baik ada daripada tidak sama sekali.
“Di depanku ada sebuah toko peliharaan, bisa kuikatkan?” tanya Su Ping dalam hati.
“Bisa, harap konfirmasi.”
Su Ping langsung mengiyakan.
Bagaimanapun, toko itu milik keluarganya, terserah ia ingin melakukan apa.
“Berhasil mengikat, toko peliharaan sedang disesuaikan…”
“Slot peliharaan didirikan. Tempat penitipan didirikan. Jendela ruang pembinaan didirikan…”
“Pendirian selesai, misi panduan pemula dimulai…”
“Terdeteksi ada dua peliharaan di dalam toko, harap pilih salah satu, dan dalam waktu seminggu tingkatkan kekuatannya hingga tiga kali lipat dari semula, mencapai standar ‘lulus’ versi sistem ini.”
Begitu sistem selesai bicara, Su Ping langsung merasakan toko peliharaan bintang tempatnya berada kini berbeda. Bau kencing dan kotoran yang menyengat sudah lenyap. Selain itu, toko pun tampak jauh lebih bersih, meski barang-barangnya masih sama, namun suasananya seakan segar kembali.
“Meningkatkan kekuatan seekor peliharaan bintang hingga tiga kali lipat? Dalam seminggu?”
Su Ping meragukan pendengarannya, atau mungkin sistem ini memang sinting.
Betapa sulitnya meningkatkan kekuatan peliharaan bintang?
Tanpa latihan perburuan hari demi hari, tanpa makanan mahal khusus peliharaan bintang, mana mungkin itu terjadi!
Bahkan untuk menaikkan sepuluh persen saja sudah sangat sulit, apalagi tiga kali lipat, dan waktu yang diberikan hanya seminggu…
“Apa yang terjadi jika aku gagal?” tanya Su Ping.
“Kau akan menerima hukuman kegagalan, jenis hukumannya akan dipilih secara acak, seperti hukuman petir, siksaan neraka, atau pengalaman rasa sakit tingkat ekstrem…” jawab sistem.
Su Ping memutar bola matanya, nama-nama hukuman itu saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri.
“Tak bisa ganti misi?” Ia masih berusaha.
“Tidak bisa.” balas sistem tanpa belas kasihan. “Perhatian, peringatan makian kedua!”
“……”
“Peringatan makian ketiga, hukuman petir acak akan dilaksanakan!”
Begitu sistem selesai bicara, Su Ping langsung merasakan aliran listrik besar menyambar seluruh tubuhnya, membuatnya kejang di tempat, seperti zombie menari disko.
Listrik itu datang dan pergi dengan cepat. Su Ping merasakan seluruh tubuhnya panas dan nyeri, dalam hati ingin memaki, tapi akhirnya menahan diri—pahlawan tak akan rugi di depan mata.
“Sudahlah, coba saja dulu misinya. Kalau gagal, berarti sistem ini memang sampah!” Su Ping menggeretakan giginya dengan kesal.
Dengan tubuh yang masih lemas dan nyeri, ia menuju ke ruang peliharaan di dalam toko.
Begitu masuk, Su Ping mendapati ruangan ini kini terasa jauh lebih luas. Luasnya sama seperti sebelumnya, hanya saja dua puluhan kandang besi kosong yang dulu menumpuk kini hilang, berganti dengan dua kandang batu.
Disebut kandang, tapi sebenarnya lebih mirip susunan batu aneh.
Beberapa stalagmit menonjol dari tanah, mengurung dua peliharaan bintang itu. Celah antar stalagmit cukup besar, bagian atasnya juga terbuka, peliharaan bintang itu bisa dengan mudah melompat keluar atau menyelinap lewat celah.
Namun, anehnya kedua peliharaan bintang itu justru berbaring tenang di dalam, sama sekali tak berniat “kabur”.
Su Ping mengangkat alis, menduga pasti ini ulah sistem. Mungkin inilah yang dimaksud dengan “slot peliharaan” tadi.
Ia melirik dua peliharaan di dalam susunan batu itu, keduanya adalah peliharaan tempur biasa yang cukup sering ditemui.
Satu adalah Tikus Petir, peliharaan tempur tipe lincah yang cukup rendah. Saat dewasa hanya memiliki kekuatan setara peringkat satu menengah, kemungkinan berevolusinya juga amat kecil. Kalaupun berevolusi menjadi Tikus Petir Langit, tingkat kekuatannya pun hanya setara peringkat tiga—itulah batas tertingginya.
Satunya lagi adalah Anjing Pengejar Bulan, juga peliharaan tempur tipe lincah tingkat rendah. Dewasa setara dengan peringkat satu tinggi, kira-kira sekuat harimau Siberia di Bumi.
Su Ping masih ingat samar, kedua peliharaan bintang ini adalah titipan orang di toko mereka, dan dalam dua hari lagi akan diambil.
“Pilih Tikus Petir saja.”
Setelah berpikir sejenak, ia memilih Tikus Petir yang kekuatannya lebih lemah, agar ruang pembinaannya lebih besar.
“Peliharaan telah dipilih, silakan undi ruang pembinaan.” suara sistem terdengar.
Belum sempat ia bereaksi, tiba-tiba di depan Su Ping muncul cahaya putih samar, membelah ruang menjadi celah vertikal seperti mata, dipenuhi aura kehancuran yang mencekam.
Su Ping terkejut, tapi setelah memastikan cahaya itu tak berbahaya baginya, ia pun bertanya pada sistem, “Apa itu ruang pembinaan?”
“Ruang pembinaan adalah tempat utama untuk membina peliharaan. Kau bisa memilih lokasi yang sesuai dengan tipe peliharaan yang akan dibina.”
“Tempat pembinaan?”
Su Ping mengingat kembali pengetahuannya yang terbatas soal pembinaan. Dalam dunia peliharaan bintang, tempat sangatlah penting, karena itu banyak toko peliharaan bintang menyewa lahan luas untuk membangun arena pembinaan, atau semacam tempat berburu profesional.
Beberapa toko besar bahkan menyediakan fasilitas lengkap semacam itu.
Sedangkan toko kecil seperti milik Su Ping, biasanya hanya perlu memberi makan dan merawat peliharaan titipan pelanggan.
“Deteksi peliharaan: Tikus Petir, peliharaan tipe petir. Otomatis cocokkan dengan ruang pembinaan terbaik—Dunia Petir dan Awan Kuno. Apakah ingin masuk?”
Su Ping tercengang, agak bingung, lalu menjawab, “Masuk… saja.”
Baru saja selesai bicara, ia merasa nama ruang pembinaan itu terdengar cukup familiar.
Asal-usul peliharaan bintang sangat beragam, kebanyakan berasal dari celah bintang, atau planet-planet monster di angkasa, sebagian lagi dari planet kuno.
Sedangkan Dunia Petir dan Awan, konon tempat kelahiran peliharaan petir kuno yang sudah punah.
Banyak peliharaan petir legendaris, seperti Naga Petir Samudra, Raja Petir Berkepala Sembilan, dan Binatang Petir Abadi, dikabarkan berasal dari Dunia Petir dan Awan. Namun sejak dunia itu hancur, peliharaan-peliharaan legendaris itu pun jadi legenda, amat langka.
Mungkinkah, tempat yang akan ia datangi adalah tanah kuno yang telah hilang itu?
Belum sempat Su Ping berpikir lebih jauh, mendadak ia merasakan tarikan kuat menyedot tubuhnya ke dalam celah cahaya putih di depannya.
Pandangan berputar hebat.
Lalu semuanya gelap gulita.
Saat penglihatannya kembali, ia hanya melihat kabut putih samar dan mendengar suara guntur menggelegar.
Su Ping terpaku sejenak, lalu akhirnya tersentak oleh pemandangan di depannya!
Inikah tanah kuno yang hilang itu?
Di sekelilingnya membentang hutan lebat, pohon-pohon raksasa mengelilingi. Di udara, puluhan meter di atas puncak pohon, awan dan kabut melingkar, di antara kabut itu petir dan kilat saling kejar, cahaya ungu menyambar-nyambar, seolah naga terbang di antara awan.
Di bagian kabut yang tipis, bahkan terlihat hamparan langit berbintang. Planet-planet raksasa, dekat maupun jauh, tampak jelas oleh mata telanjang, bahkan cincin asteroid di permukaan planet pun bisa terlihat dengan jernih.