Bab Tiga Puluh Delapan: Tak Rela Mengorbankan Umpan, Mana Mungkin Menangkap Serigala
"Jangan-jangan baju itu hasil sewaan?" seru Lin Qianxue. "Demi bisa tampil di acara ini dan mengejar Fu Sinian, kau benar-benar rela melakukan apa saja, ya."
Para penonton siaran langsung pun berdecak.
[Tidak disangka, demi tampil di acara ini, Shi Shengsheng sampai membeli baju bermerek semahal itu.]
[Dia benar-benar rela keluar uang banyak.]
[Ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan apa yang diinginkan.]
Shi Shengsheng tersenyum. "Kau berani bilang kalau tujuanmu ikut acara ini bukan karena Fu Sinian?"
Sikapnya yang menempel pada Chi Nanyi dan berpura-pura menjadi sahabat karib, bukankah itu hanya taktik untuk masuk ke acara ini dan merebut pacar orang?
Lin Qianxue tersentak. "!!!"
Karena sangat kesal, dia hendak maju untuk membungkam mulut Shi Shengsheng. "Apa yang kau bicarakan!? Yang kumaksud adalah gaunmu itu!"
"Oh, gaun ini? Aku yang membelinya."
Lin Qianxue tidak percaya. "Kau bohong! Gaun ini pasti hasil sewaan atau barang tiruan!"
[Barang tiruan?]
Diskusi di ruang siaran langsung pun pecah.
[Jika itu barang tiruan, maka tamatlah riwayat Shi Shengsheng!]
[Pihak jenama sangat tidak menyukai artis yang mengenakan barang tiruan saat tampil di acara.]
Jika masalah ini membesar, Shi Shengsheng bisa digugat.
"Dari mana kau tahu ini barang tiruan?" tanya Shi Shengsheng padanya.
Lin Qianxue berkata dengan penuh kemenangan, "Karena detail barang tiruan tidak akan pernah sesempurna aslinya."
"Wah, kau ahli sekali soal ini?"
Lin Qianxue terdiam. "!!!"
Wajahnya berubah drastis. "Siapa yang kau sebut ahli? Aku tidak pernah mempelajarinya!"
Beberapa artis memang terkadang menggunakan barang tiruan karena tidak sanggup menyewa gaun asli.
"Oh? Jadi tidak pernah mempelajarinya?" Shi Shengsheng tertawa.
Lin Qianxue hampir meledak karena marah. "Tunggu saja! Aku pasti akan menghubungi pihak jenama untuk membuktikan bahwa itu barang palsu!"
Shi Shengsheng segera mengeluarkan tagihan. "Totalnya enam ratus ribu."
Enam ratus ribu!!!
Tangan Lin Qianxue gemetar. "Shi Shengsheng, kita semua di sini untuk mengikuti acara kencan. Bisakah kau bersikap sedikit lebih toleran?"
"Sebelum kau menuduh gaunku palsu, aku memang berniat bersikap toleran. Namun, setelah kau menyebutnya barang palsu, aku tidak berniat lagi untuk bermurah hati."
Lin Qianxue terdiam. "!!!"
Dia segera beralih ke arah Chi Nanyi. "Nanyi! Lihat Shi Shengsheng itu, sombong sekali sikapnya."
Chi Nanyi, yang masih merasa terganggu dengan sindiran Shi Shengsheng soal Fu Sinian, menjawab, "Kau memang menginjak gaunnya lebih dulu. Tapi, meminta ganti rugi untuk hal seperti ini, rasanya agak..."
Dia mengerutkan kening. "...berlebihan."
Dia berusaha memihak kedua belah pihak.
Kolom komentar di siaran langsung pun dibanjiri pesan.
[Nanyi kita memang baik, dia tidak memihak siapa pun.]
[Kalau setiap kali tidak sengaja bersenggolan di acara harus minta ganti rugi, bagaimana kita bisa berinteraksi ke depannya?]
[Tapi Shi Shengsheng juga bilang, tadinya dia tidak berniat meminta ganti rugi. Lin Qianxue sendiri yang memancingnya dengan menyebut gaun itu barang palsu.]
[Bukankah seharusnya kita lebih fokus pada apakah gaun Shi Shengsheng asli atau palsu?]
Lin Qianxue tidak punya pilihan selain mengalah.
Selama setahun Shi Shengsheng dihujat karena mengejar Fu Sinian, perhatian publik selalu tertuju padanya, namun tidak ada yang berhasil mengungkap latar belakang keluarganya.
Bagaimana dia bisa membeli gaun semahal itu? Semua orang merasa penasaran.
Shi Shengsheng berjalan di samping Xie Yanli. Sesaat kemudian, dia mendekat ke arah pria itu.
Xie Yanli meliriknya sekilas, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.
Tak lama kemudian, mereka tiba di tepi danau. Air danau itu biru membentang tanpa ujung, sangat indah.
Saat mereka mendekat ke salah satu sisi danau, kru acara telah menyiapkan permainan selanjutnya.
Papan refleksi kaki yang panjang itu membuat semua orang terbelalak kaget.