Bab Dua Puluh Tujuh: Romantisme Tertinggi Adalah Becak Roda Tiga!
"?"
"Oh, bukan, maksudku keluarga Fu." Shi Shengsheng hampir keceplosan.
Ucapan ini membuat Fu Sinian menatapnya. Masih berani bilang bukan untuk merayunya?
Bahkan ruang siaran langsung pun segera riuh.
[Lihat! Lihat! Shi Shengsheng memang ingin mencari kesempatan untuk tahu apa makanan kesukaan Fu Sinian agar bisa memikatnya lewat acara kencan ini.]
[Sudah kuduga, sekarang sifat aslinya baru terbongkar.]
[Aktor Fu, jangan beri tahu dia, kamu masih punya Nan Yi!]
Ekspresi Fu Sinian jauh lebih baik, seolah awan mendung telah berubah cerah. Ia sedikit menyunggingkan sudut bibirnya. "Tidak akan kuberi tahu."
"Oh." Shi Shengsheng tidak menyerah. "Kalau begitu, apa kesukaan ibumu?"
[Lihat! Lihat! Dia sudah mulai mencari tahu apa makanan kesukaan ibu Aktor Fu!]
[Ternyata tidak bisa menaklukkan Aktor Fu, dia berencana menaklukkan ibunya dulu!]
[Shi Shengsheng benar-benar licik.]
"Seperti apa seleranya?" tambah Shi Shengsheng lagi.
Fu Sinian menatapnya, sengaja memamerkan pesonanya.
"Yang ringan? Pamanku dan keluarga ibuku dari pihak keluarga Xie memang menyukai makanan yang ringan. Pamanku bahkan sudah terbiasa dengan makanan ringan sepanjang tahun."
Ia ingin melihat apa yang akan dilakukan wanita ini.
Ia juga ingin segera melihat wanita ini melakukan sesuatu.
"Tidak ada hidangan spesifik?"
"Ibuku suka sarang burung walet. Kalau pamanku, tidak ada yang bisa menebaknya."
Orang-orang dengan status seperti mereka tidak pernah memperlihatkan kesukaan mereka secara terang-terangan.
"Apa hobi mereka?"
"Ibuku suka bermain mahyong dan perhiasan. Pamanku suka keuangan dan saham."
"...Tidak ada yang spesifik?"
"Untuk yang terakhir, memang tidak ada."
Sama saja bohong bertanya padanya.
"Lalu, menantu seperti apa yang disukai ibumu? Dan wanita seperti apa yang dia sukai?"
"Ibuku suka menantu yang penurut dan pengertian. Kalau pamanku..." Fu Sinian mengerutkan kening. Pamannya tidak pernah membawa wanita ke rumah, dan mereka juga tidak pernah melihat ada wanita di sisinya. "Seleranya tidak jelas."
Wajah Shi Shengsheng merosot, ia beranjak berdiri hendak pergi. Kalau tidak jelas, untuk apa bertanya lagi.
"Dia mungkin suka ketenangan," tambah Fu Sinian lagi. "Tapi tidak ada yang bisa memastikannya."
"..."
Shi Shengsheng bangkit dan berjalan pergi.
Fu Sinian: "???"
"Shi Shengsheng, apa maksudmu?"
Shi Shengsheng menoleh ke arahnya. "Sekarang kita harus bergegas ke Menara Liuli, kalau tidak, tamu lain sudah sampai sementara kita belum."
Ternyata karena ini...
Fu Sinian mengerutkan kening, memikirkan sesuatu, wajahnya tiba-tiba menjadi gelap. "Sepertinya uangmu sudah habis tadi."
Tadi di awal, Shi Shengsheng membeli es krim, lalu mereka membeli air dan minuman. Baru saja mereka juga membeli makanan.
"Tidak masalah." Shi Shengsheng menatapnya dengan tenang. "Kita akan segera melakukan perjalanan yang romantis."
Fu Sinian belum sempat bertanya saat ia melihat Shi Shengsheng melambai ke arah becak di samping jalan.
Pengemudi becak itu adalah seorang pria tua.
Fu Sinian seketika memiliki firasat buruk.
"Paman, mau ke mana?" Shi Shengsheng menghampiri. "Kami ingin pergi ke Menara Liuli, bolehkah Paman mengantar kami?"
Pria tua itu melihat staf dan kamera yang mengikuti mereka dan langsung merasa senang. Orang seusia mereka memang ingin sekali bisa tampil di televisi.
"Boleh, boleh!"
Shi Shengsheng langsung naik ke atas becak.
[Cih! Romantis tingkat tinggi ternyata naik becak!?]
Seluruh internet gempar.
[Hebat sekali dia bisa terpikirkan hal itu!]
[Membawa aktor sekelas Fu Sinian setidaknya harus dengan cara yang layak, bukan?]
Fu Sinian sangat marah. "Shi Shengsheng! Kamu berani memintaku naik becak bersamamu?!"