Bab Lima: Ketentraman yang Tampak (Bagian Dua)
Halaman (1/3)
Ming Zhao mendengar suara itu, gerakan tangannya pun semakin cepat. Ia menendang Xu Ergou hingga terpental, lalu melayangkan tamparan keras ke wajah Liu Wenfang (si pelakor yang sebelumnya). Liu Wenfang terlempar jauh ke belakang. (Yah, jarak memang melahirkan keindahan).
Selanjutnya, sebuah cambuk muncul di tangannya dan ia mencambuk Zhang Dajun (si orang kaya yang pantas dihajar) tanpa ampun. Zhang Dajun menjerit nyaring sebelum akhirnya pingsan.
Ming Zhao mencibir dan bergumam pada dirinya sendiri, "Lemah sekali, andai bukan karena tuntutan menyelesaikan misi, aku benar-benar ingin membiarkanmu tetap hidup!"
Di ruang siaran langsung:
[Memberikan 1.000.000 koin emas. Wah, wah, wah!!! Sang penyiar sangat sadis! Sang penyiar sangat *yandere*! Aku sangat menyukaimu!!!]
[Ya ampun! Ada orang kaya lagi!]
[Memberikan 10.000.000 koin emas, ini milikku!!!]
(Si Li: Milikku!!)
Setelah mengatakan itu, cambuk di tangannya berubah menjadi pisau, lalu ia menebas leher Zhang Dajun dan yang lainnya hingga putus.
Setelah menghabisi mereka, Ming Zhao bertanya kepada sistem, "Apakah mayat-mayat ini boleh dibawa? Dan kapan hadiahku akan diberikan?"
Sistem merasa malu dan menjawab dengan datar, "Boleh, selama kau sanggup membawanya. Hadiah akan diberikan sekarang. Perlu diingatkan sebelumnya: isinya bisa apa saja, tingkat tertinggi yang bisa didapat adalah iblis. Jika kau berhasil menjinakkannya, maka ia menjadi milikmu. Iblis apa pun bisa muncul, hidup atau mati tanggung sendiri risikonya."
Halaman (1/3)
Halaman (2/3)
Begitu kata-kata itu terucap, sebuah kotak hitam muncul di depan Ming Zhao (hitam yang penuh warna, sungguh membanggakan). Ia mengulurkan tangan untuk mengambil sebuah kartu, namun sebelum tangannya ditarik kembali, kabut putih meledak keluar.
Ming Zhao merasa ajal hampir menjemputnya karena ia bisa merasakan nyawanya seolah tersedot oleh sesuatu. Ia berjuang sekuat tenaga dan mengerahkan semua kartu as miliknya.
Saat itu, sistem yang malang hanya merasakan sekelilingnya menjadi gelap gulita, disertai raungan binatang buas yang mengerikan. (Kasihan sekali sistem itu).
Ketika sistem itu sadar, ia melihat Ming Zhao dalam kondisi pakaian yang compang-camping. Meskipun masih berdiri, terlihat jelas bahwa energinya sudah terkuras habis. Di tangannya, ia menggenggam sebuah kartu yang bergambar seekor rubah putih murni dengan sembilan ekor di belakangnya, setiap ekor memancarkan aura surgawi yang menawan. (Si Li).
Sistem yang malang itu kembali terkejut!!! Sial, keberuntungan macam apa yang dimiliki pemain ini!!! Mendapatkan Raja Iblis!? Bahkan berhasil menjinakkannya?!? (Sistem yang baik pun akhirnya mengumpat, hahahaha).
Ming Zhao menguap, merasa sangat lelah. Ia melangkahkan kaki kembali ke vila, lalu merebahkan diri di atas ranjang besar. Ah, sungguh nyaman.
Di ruang siaran langsung:
[Tadi ada apa? Mengapa aku tidak melihat apa-apa?!]
[Aku pikir peralatanku yang rusak!]
[Ke mana adminnya?]
[Halo sayang, ada yang bisa kami bantu?]
Halaman (2/3)
Halaman (3/3)
……
Istana Iblis
Raja Iblis Si Li (Muncul! Dia muncul! Kekasih Ming Zhao telah tiba!!!) duduk di atas takhtanya, menunduk sambil berpikir, "Mengapa manusia itu bisa mendapatkan diriku? Mengapa setiap kali ia bergerak, hatiku terasa nyeri sekali? Hmm, sungguh aneh!"
(Hmm, aku juga merasa aneh! Sungguh sangat aneh!)
Di bab-bab selanjutnya, akan terungkap masa lalu keduanya. Tidak ada adegan yang menyakitkan; di kehidupan masa lalu, mereka juga sepasang kekasih. Baik di kehidupan saat ini maupun masa lalu, hubungan mereka sangat manis, manis sekali sampai membuat gigi ngilu!!!
Kemarin tugas dari guru terlalu banyak, jadi aku tidak sempat menulis dan tidak sempat memberi tahu kalian. Maafkan aku, aku lupa meminta izin, mohon dimaafkan!!!!
Satu hari satu bab, 1.000 kata.
Sampai jumpa.
Halaman (3/3)