Bab 027: Jangan Sentuh Milikku
Keesokan harinya, Han Ke mengosongkan asrama yang ia tempati bersama Huang Yue. Tentu saja, tidak banyak barang yang perlu dikemas karena mereka sebenarnya jarang sekali tinggal di sana.
Su Wenwen menatap apartemen berperabotan lengkap itu dengan takjub. Peralatan rumah tangga dan perabotannya tersedia lengkap, kondisinya jauh lebih baik daripada rumahnya sendiri. Ia pun bergumam, "Ini pasti butuh banyak biaya, ya?"
Han Ke menyeringai. "Memang tidak murah, tapi sewanya sudah dibayar lunas sampai masa kelulusan. Sayang jika tidak ditinggali."
Tiba-tiba, Huang Yue menyela dengan nada menggoda, "Belum juga resmi, tapi sudah mulai mengkhawatirkan uang kita, ya? Kakak ipar, tinggallah di sini dengan tenang bersama Kak Ke. Aku berjanji tidak akan datang tanpa izin. Jika benar-benar harus datang, aku akan melapor dulu kepada kalian." Setelah mengatakan itu, ia menyunggingkan senyum licik.
Mendengar ucapan Huang Yue, wajah Su Wenwen langsung memerah padam. Ia berpura-pura sibuk berjalan ke dalam rumah untuk menghindar. Han Ke menatap Huang Yue dengan kesal, menyerahkan barang bawaannya kepada temannya itu, lalu menyusul Su Wenwen.
Ada dua kamar, dan Han Ke membiarkan Su Wenwen memilih. Tentu saja, gadis itu memilih kamar yang ditempati Han Ke. Sebenarnya, kedua kamar itu sama saja. Sejak kecelakaan, Han Ke baru dua kali datang ke tempat ini; pertama saat hari pertama masuk sekolah, dan kedua adalah hari ini. Menurut Huang Yue, mereka bahkan tidak pernah datang lebih dari lima kali dalam satu semester.
Begitu masuk ke kamar Han Ke, Su Wenwen menoleh ke arah luar dengan wajah merona, memastikan Huang Yue tidak melihat, lalu menutup pintu perlahan dan berdiri di hadapan Han Ke.
Melihat tingkah Su Wenwen, Han Ke bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan gadis kecil ini?
Su Wenwen masih tersipu, namun menatap Han Ke dengan pandangan tegas. "Han Ke, apakah kau benar-benar menyukaiku?"
Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu kepadaku dan ayahku. Aku pun bersedia melakukan apa saja yang aku mampu untukmu. Namun, jika kau tidak menyukaiku, kita bisa berteman biasa saja. Mengenai apa yang terjadi sebelumnya, itu semua adalah kemauanku sendiri. Aku tidak menuntut pertanggungjawabanmu, dan kau pun tidak perlu merasa bersalah." Su Wenwen terus menatap Han Ke, seolah menanti jawaban.
Pertanyaan itu membuat Han Ke tertegun. Apa maksud Su Wenwen? Mengapa tiba-tiba bertanya seperti itu? Memang benar ia merasa bersalah padanya, dan membantunya pun demi menebus rasa sakit yang pernah ia torehkan dulu. Tapi, apakah ia menyukainya? Han Ke teringat pada Xia Ke. Dulu, ia pernah bersumpah bahwa kapan pun dan di mana pun, ia hanya akan mencintai Xia Ke seorang.
Han Ke mengakui, meskipun ia baru berinteraksi dengan Su Wenwen beberapa hari sejak ia terlahir kembali, ia memang melihat bayang-bayang Xia Ke pada diri gadis itu. Itulah sebabnya, setiap kali Su Wenwen kesulitan, baik karena rasa simpati, bersalah, atau suka, Han Ke secara refleks ingin membantunya. Terutama saat mereka berada di ruang belajar bersama, hal itu membuat Han Ke sering melamun dan teringat masa-masa bersama Xia Ke. Dikejar pertanyaan seperti itu, Han Ke sendiri tidak tahu harus menjawab apa. Hatinya terus bertanya-tanya, perasaan seperti apa sebenarnya yang ia miliki untuk Su Wenwen?
Melihat Han Ke hanya berdiri diam tanpa bicara, air mata Su Wenwen jatuh tanpa tertahan. Batinnya pun bergejolak. Ia takut mendengar jawaban yang tidak diinginkan, sekaligus takut akan kecanggungan ini. Melihat reaksi Han Ke, ia merasa dugaannya selama ini benar. Sambil menangis sedih, ia berbalik, membuka pintu, dan berlari keluar.
Begitu Su Wenwen pergi, Huang Yue masuk dan bertanya, "Ada apa? Baru sebentar sudah putus lagi! Kenapa tidak dikejar?!"
Han Ke masih berdiri mematung. Sebelum ia bisa memahami perasaannya sendiri terhadap Su Wenwen, ia benar-benar tidak tahu bagaimana harus menjawab.
Su Wenwen berlari keluar sambil menangis. Saat ia mengutarakan isi hatinya, ia sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk. Namun, sikap Han Ke di luar dugaannya. Su Wenwen merasa dirinya terlalu naif; dengan latar belakang dan status Han Ke, jika bukan karena merasa berhutang budi, mungkin ia bahkan tidak akan mau berteman dengannya.
Karena berlari sambil menunduk dengan terburu-buru, Su Wenwen menabrak seseorang tak lama setelah keluar dari gedung apartemen. Ia menutup mulutnya dan meminta maaf dengan panik, namun orang yang ditabraknya justru menghalangi jalannya dan tidak berniat menyingkir.
Su Wenwen mendongak dan terkejut melihat orang itu adalah Niu Jiaming.
Niu Jiaming awalnya ingin marah karena ditabrak, tetapi ketika melihat itu adalah seorang gadis dengan tubuh yang cukup menarik, ia memutuskan untuk menggodanya. Namun, saat gadis itu mendongak, ternyata dia adalah Su Wenwen! Niu Jiaming mengenal gadis itu; ia tahu semua gadis cantik di sekolah, dan sejak kemarin, ia semakin memperhatikannya.
"Wah, bukankah ini si cantik Su? Oh, maaf, sekarang kau sudah bersama Han Ke. Mengingat hubunganku dengan Han Ke, aku harus memanggilmu adik ipar!" Niu Jiaming tertawa tanpa perasaan. Luka-lukanya sudah sembuh. Kemarin ia melihat foto Han Ke dan Su Wenwen di forum sekolah, dan mendengar gosip bahwa mereka berpacaran, yang membuatnya sangat senang. Dengan begitu, tidak ada lagi yang akan mengganggu rencananya mengejar Zheng Qing!
Su Wenwen mengenal Niu Jiaming sebagai orang jahat yang sering mengganggu siswi di sekolah. Ia mencoba menghindar, "Maaf, aku tadi jalan terlalu cepat dan tidak melihat!" Su Wenwen bergeser untuk lewat.
Niu Jiaming segera menghalangi jalannya sambil tersenyum licik, "Adik ipar, kenapa menangis? Han Ke menindasmu? Tenang saja, ada Kakak Jiaming. Ikut aku saja, aku jamin kau tidak akan disakiti dan hidupmu akan nyaman setiap hari!"
Beberapa pengikut Niu Jiaming di belakangnya tertawa sumbang.
Su Wenwen merasa terancam dan mencoba melepaskan diri, namun Niu Jiaming justru menarik tangan kanannya. Su Wenwen mencoba sekuat tenaga, tetapi tidak bisa lepas.
"Lepaskan tangan kotor itu darinya!" Suara Han Ke terdengar tepat saat Niu Jiaming sedang melecehkan Su Wenwen.
Han Ke, yang tadinya termenung di kamar, keluar bersama Huang Yue dengan perasaan kalut. Pendengarannya yang tajam menangkap suara Su Wenwen dari kejauhan, sehingga ia segera berlari ke sana dan mendapati Niu Jiaming sedang memegang tangan Su Wenwen. Amarahnya pun meledak.
Huang Yue menyusul di belakang, dan saat melihat Niu Jiaming, ia sempat ingin berbalik arah. Namun, teringat bagaimana Han Ke menendang Niu Jiaming tempo hari, ia memberanikan diri untuk mendekat.
Niu Jiaming menoleh dan mendapati Han Ke. Ia tersenyum sinis, masih memegang tangan Su Wenwen dengan pikiran kotor.
"Aku bilang, lepaskan tangan kotor itu darinya!" Han Ke mengulangi ucapannya sambil melangkah maju dengan tatapan penuh amarah. Ini adalah pertama kalinya sejak ia terlahir kembali, emosinya begitu meluap. Ia awalnya tidak memedulikan Niu Jiaming, namun karena pria itu berani memancingnya, ia tidak akan tinggal diam.
Melihat tatapan Han Ke, Niu Jiaming sempat merasa gentar, namun ia tidak melepaskan tangan Su Wenwen. Ia berpikir kekalahan sebelumnya hanyalah karena ia terlalu meremehkan lawan, dan yakin Han Ke hanya belajar sedikit bela diri murahan.
Kali ini Niu Jiaming tidak takut. Ia membawa beberapa anggota klub tinju bersamanya. Ia yakin, seberapa hebat pun Han Ke, ia tidak akan sanggup melawan mereka semua.
"Kalau aku tidak mau melepaskannya, memangnya kenapa..." Niu Jiaming mulai meremehkan, namun sebelum kalimatnya selesai, pandangannya menjadi gelap.
Tiba-tiba, Niu Jiaming sudah terkapar di tanah beberapa meter jauhnya, mulutnya berbusa dan ia tak sadarkan diri. Dalam sekejap mata, Han Ke sudah berada di samping Su Wenwen, menggenggam tangannya.
Kejadian itu sangat aneh. Para pengikut Niu Jiaming tidak mengerti apa yang terjadi. Dua orang yang hendak menyerang ditahan oleh Wang Lei, seseorang yang pernah ditendang Han Ke sebelumnya. Wang Lei tahu persis kekuatan Han Ke. Ia menahan teman-temannya karena yakin, bahkan jika mereka memanggil seluruh anggota klub tinju, mereka tidak akan mampu menyentuh Han Ke.
Han Ke menatap Niu Jiaming yang terkapar. Ia tahu pria itu tidak mati, karena ia sudah mengukur kekuatannya. "Katakan pada Niu Jiaming, jangan sentuh orangku!" ucapnya dingin, lalu pergi bersama Su Wenwen dan Huang Yue.